Pilih Shared Hosting atau VPS?

Saat pertama kali menggunakan webhosting, biasanya terlintas pada benak kalian. Apakah ingin menggunakan shared hosting atau menggunakan VPS? Ada beberapa pro dan kontra tentang topik shared hosting atau VPS. Terlepas dari itu, kita akan bahas beberapa kelebihan dan kekurangannya pada topik di bawah ini.

Kapan Harus Shared Hosting?

Shared hosting digunakan jika kalian mempunyai sebuah website atau blog yang rata-rata mempunyai konten statik – semi dinamik. Maksudnya apa? Artinya adalah jika kalian mempunyai sebuah website atau blog dimana konten web tersebut sifatnya statik seperti: profil perusahaan, profil diri sendiri, website berisi informasi. Semi dinamik seperti: mempunyai blog pribadi atau komunitas dengan artikel terbaru 1-3 kali dalam seminggu.

Sifat shared hosting sendiri adalah berbagi. Maksudnya, penggunaan cpu server dan memory sifatnya dibagi bebannya secara rata sesuai paket hosting yang disewakan ke pihak penyedia hosting. Dengan demikian, dengan website atau blog dengan konten super dinamik sangat tidak direkomendasikan.

Kapan Harus VPS?

VPS digunakan ketika website atau blog yang anda gunakan memiliki level tertentu di atas penggunaan orang biasanya. Misalnya, jika mempunyai sebuah website atau blog dengan update konten setiap 2 hari sekali atau pun tiap hari, maka sangat disarankan menggunakan VPS.

Penggunaan cpu server dan memory pada VPS konsepnya berbeda dengan shared hosting. Malah, jika mengacu pada sistem skema kinerja, lebih baik menggunakan VPS. Karena sumber daya cpu server dan memory yang dipakai dialokasikan secara tertentu dan manajemen pengalokasian ini dianggap lebih baik ketimbang shared hosting.

Namun jika dilihat dari sisi harga, shared hosting jauh lebih murah ketimbang VPS. Karena memang alokasi sumber daya shared hosting jauh lebih murah, dimana kalau VPS lebih mahal. Di Indonesia sendiri, harga dari paket shared hosting berkisar antara Rp 1.000 – Rp 50.000 dan untuk VPS dimulai dari harga Rp 50.000 hingga mencapai Rp 500.000 dalam sebulan.

Dari sini, kamu sudah bisa menentukan jenis paket hosting apa yang akan kamu gunakan pada website atau blog kamu nantinya, bukan?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *