Percepat Websitemu Dengan CDN

Apakah teman-teman pernah mengenal istilah CDN? Tahukah pengertiannya? CDN adalah kepanjangan dari Content Delivery Network. Secara literal, arti dari kata tersebut adalah jaringan distribusi konten. Namun dalam pengertian yang mudah dimengerti, yaitu jaringan distribusi yang berfungsi sebagai proxy untuk mengirimkan konten ke pengunjung berdasarkan letak geografisnya.

Konsep CDN

Pada konsepnya, CDN terdiri dari lebih dari 1 server atau beberapa yang letak geografisnya berbeda. Sebagai contoh, website kamu berada di Jakarta menggunakan CDN Singapura dan Eropa. Secara otomatis, ketika ada pengunjung dengan IP Jakarta, maka akan mengakses website secara langsung ke data center Jakarta. Ketika pengunjung Eropa mengakses, otomatis akan mengakses ke data center terdekatnya, yaitu Eropa. Namun kebanyakan orang memanfaatkan CDN sebagai load balancing.

Load balancing berfungsi untuk menstabilkan website agar bisa mengirimkan konten data dari data center secara merata ke para pengunjung website.

Proxy adalah mediator yang menengahi antara pengirim dan penerima. Istilah ini tergantung dari situasi spesifik studi kasus.

CDN Gratisan

Sekarang kalian sudah tahu sedikit mengenai CDN. Karena fungsinya yang cukup berguna, maka kebanyakan pemilik website menggunakan CDN yang berfungsi juga sebagai load balancer untuk trafik website mereka. Ada beberapa CDN gratis yang bisa kamu gunakan.

Dari semua jenis CDN gratisan yang sudah ditampilkan, yang paling dominan dan paling rekomendasi adalah Cloudflare. Selain gratis, CDN ini memberikan kemudahan untuk menambahkan domain hingga banyak sekali dalam 1 account yang sama.

Anti DDOS

Dalam dekade terakhir, CDN sangat populer di kalangan website konten dinamik yang memiliki jumlah pengunjung yang sangat banyak. Contohnya seperti portal berita, portal artikel, dan sebagainya. Karena serangan DDOS sudah tidak asing lagi kita dengar di kehidupan sehari-hari.

CDN juga berfungsi sebagai Anti DDOS, maksudnya secara aktif akan memfilter serangan yang dikenali dan kemudian trafik dari hasil filter ini akan diteruskan seterusnya. Jika hasil filter adalah trafik positif, maka diteruskan ke server. Namun jika filter trafik negatif, maka akan dibuang dan tidak akan diteruskan ke server.

Delay Caching

Salah satu kekurangan yang akan kamu rasakan jika memakai CDN adalah adanya delay caching. Artinya, ketika konten yang sudah kamu update pada website yang menggunakan CDN, ternyata belum ter-refleksi secara sempurna saat kamu test membuka konten website tersebut. Kadang hal ini biasa, karena CDN memiliki waktu caching tersendiri, berapa lama akan disimpan caching pada browser sebelum melakukan request data konten yang baru.

Secara singkat sudah dijelaskan bagaimana CDN dalam mempercepat websitemu. Nah, mau coba untuk memakai CDN sekarang?