Mengenal Lebih Dekat Dengan Plesk

Dalam sesi WebhostingPedia, kita akan mengajak lebih dekat dengan platform control panel hosting Plesk ini. Ada banyak hal yang harus kamu tahu, mengapa Plesk begitu spesial dan direkomendasikan ke DevOps. Kita akan berkenalan juga dengan maskot Plesk bernama Elvis Plesky lebih jauh.

Banyak Fitur

Hal pertama yang harus kalian ketahui tentang Plesk adalah kaya akan fitur. Beberapa komponen diantaranya, fitur untuk domain seperti penambahan domain, alias, DNS management. Kemudian fitur email seperti membuat mailing list, membuat alias, dsb. Fitur database yang memungkinkan kamu mengadministrasikan database bahkan dengan phpmyadmin dengan mudah. Fitur file management yang termasuk di dalamnya file manager. Fitur extension yang memungkinkan kamu memasang aplikasi third party. Fitur backup dengan penjadwalan otomatis maupun manual. Fitur firewall yang dilengkapi dengan fail2ban. Serta automated repair tool.

Untuk Semua Kalangan

Plesk menyatakan bahwa fitur yang ada pada panelnya mereka bisa digunakan untuk semua kalangan, seperti end user (kamu yang agak gaptek), kemudian Website Administrator, Web developer, bahkan hingga professional system Administrator sekalipun.

Tipe Plesk

Plesk membedakan 3 tipe lisensi yang ditawarkan kepada pelanggannya. Masing-masing dari tipe Plesk tersebut mempunyai privilege yang berbeda dari satu tipe lisensi dan lisensi yang lainnya. Dari sisi harga pun, semuanya berbeda. Berikut perbedaannya :

  • Web Admin edition : Untuk 10 domain, cocok untuk website Administrator atau end user dengan settingan simple.
  • Web Pro edition : Untuk 30 domain, cocok untuk Developer dan DevOps, fitur subscription dan developer pack sudah termasuk.
  • Web Host edition : Domain tidak terbatas, cocok untuk pengusaha hosting, semua fitur ada dan lengkap.

Fitur Keamanan

Beda halnya dengan cPanel, Plesk memiliki fitur keamanan yang berbeda. Untuk fitur keamanan website, ada ModSecurity yang rulenya di pelopori oleh AtomiCorp. Kemudian untuk integrasi CloudFlare, ada ServerShield. Untuk email, terdapat antispam yang dapat di kostumasi sesuai kebutuhan, termasuk di dalamnya Dr.Webd sebagai Antivirus scanner email. Untuk antisipasi DDOS, terdapat fail2ban yang bisa di kostumasi tipe jail dan lamanya waktu blokir.

Auto Upgrade

Tidak perlu khawatir masalah upgrade. Karena proses upgrade yang dilakukan oleh Plesk bisa dilakukan secara otomatis dan tanpa melakukan restart server. Biasanya restart server dilakukan ketika melibatkan kernel atau library dari system update sistem operasi itu sendiri.

Tersedia di Linux dan Windows

Apakah kamu baru tahu? Kalau Plesk bisa di pasang di Linux (Centos, Ubuntu, Debian, Red Hat, Cloudlinux) dan juga Windows Server (2012 & 2016). Apapun sistem operasi yang kamu gunakan, bisa di pasang di Linux maupun Windows. Tergantung selera dan kebutuhan kamu ya.

Harga

Jika membicarakan masalah harga, Plesk tentunya memiliki harga lisensi yang cenderung murah daripada cPanel. Untuk harga yang lebih cenderung murah, kamu harus menggunakan lisensi dengan tipe VPS.

Pada website resmi, harga Plesk Web Admin (10 domain) seharga $9,16 dan untuk Plesk Web Pro (30 domain) seharga $13,75. Lalu untuk versi Web Host (unlimited) di bandrol dengan harga $41,25.

Siapakah Elvis Plesky?

Mungkin banyak dari kamu yang masih belum tahu. Adalah Elvis Plesky, sebuah maskot resmi dari Plesk. Dia adalah sebuah gurita berwarna ungu yang bisa bekerja secara automation dan multitasking! Cari tahu lebih banyak tentang Elvis Plesky biar kamu makin gaul.

Cari tahu lebih banyak tentang Plesk pada website resminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.