Bagaimana Website Bekerja?

Bagaimana Website Bekerja?

tutorial

Kalau sebelumnya kita sudah membahas sedikit tentang pengertian Webhosting, sekarang kita akan membahas bagaimana sih cara website bekerja? Ternyata cara bekerja website tidak semudah dengan fungsi website itu sendiri. Nyatanya, dalam sekali akses website, ada banyak komponen yang terlibat di dalamnya. Mulai dari yang simpel hingga komplex.

Tahukah kamu, setidaknya ada beberapa proses yang ternyata sedang berjalan di belakang layar hanya untuk sekali membuka sebuah website. Yuk kita bahas.

Komponen

Sebuah website memiliki komponen yang wajib dimiliki agar sebuah website fungsinya dapat dijalankan. Beberapa diantaranya, yaitu fungsi web server, fungsi PHP, fungsi database (opsional), fungsi DNS, fungsi FTP, fungsi POP/IMAP, dan fungsi SMTP.

Domain

Sebelum memiliki sebuah website, kamu harus mempunyai yang namanya domain. Domain adalah nama unik yang bisa kita pakai (jika tersedia) untuk menandai nama website kita. Sayangnya domain ini tidak ada yang gratis, walaupun beberapa pihak menyediakan versi gratisnya.

Fungsi utama dari domain sebenarnya adalah penyederhanaan. Artinya, semua website yang kita ketahui disederhanakan menggunakan huruf saja dan atau angka. Contoh nama domain/website: namaku.com, namasaya.net, nama12.org, dan sebagainya. Ternyata dibalik itu ada fungsi DNS yang terlibat. Karena aslinya, semua alamat website kamu berada si internet mengidentifikasinya hanya lewat angka saja, yaitu IP address.

Peran DNS

DNS adalah kepanjangan dari Domain Name Server. Fungsi ini memegang peranan sebagai olah translasi (resolver) dari huruf ke angka atau sebaliknya. Pada saat kita mengetik sebuah nama website, sebenarnya si DNS ini sedang bekerja sangat cepat kilat dengan mencocokkan serta mencarikan pada database DNS dengan mengartikan huruf yang kita ketik dengan alamat IP address yang berupa angka di lautan internet. Kurang dari 1 detik kamu manyadari website kamu sudah dalam proses akses pada browser.

Peran Server

Dibalik teknis yang mudah dalam mengakses website, ternyata dibutuhkan sebuah server yang harus bisa bertahan selama terus menerus (menyala). Sebuah server adalah suatu tempat yang berisi resource komputer yang sangat tinggi yang nantinya digunakan untuk layanan webhosting. Disitulah website kita di proses dan diakses, serta data dari website disimpan.

Saat kita mengakses sebuah website, web server akan menerima sinyal bahwa ada seseorang yang meminta untuk diakses website tersebut. Kemudian web server akan memproses dan menampilkan isi tampilan website. Jika terdapat unsur database, maka web server akan request ke database server untuk disambungkan database tersebut, yang kemudian ditampilkan ke pengguna di layar monitornya.

Jika di hitung ulang lagi, ternyata ada 3 layanan yang digunakan di dalam server hanya untuk memberikan 1 request pada pengunjung website agar bisa ditampilkan pada monitor layar si pengunjung. Itu baru 1 kali request, sedangkan biasanya request akses website hingga mencapai puluhan, ratusan, bahkan hingga ribuan jika memang websitenya ramai.

Jadi sekarang sudah terbayang kan, bagaimana website bekerja? Semoga tutorial belajar webhosting kali ini bisa menerangi dikit bagi kamu yang ingin tahu cara sebuah website bekerja.

Previous Post Next Post