Control Panel Hosting yang Sering Dipakai

Control panel webhosting sangat penting agar suatu hosting bisa berjalan sempurna dan maksimal memanfaatkan fitur yang ada pada control panel tersebut. Fungsinya seperti manajemen FTP, manajemen File Manager, manajemen domain, manajemen email hingga manajemen DNS.

Kali ini belajar webhosting akan memberikan cuplikan control panel hosting yang sering dipakai sepanjang tahun 2018 kemarin. Ada beberapa control panel yang berbayar (bagus), ada juga yang sifatnya gratis (bagus) juga. Semua control panel hosting tersebut akan dibahas secara lengkap di bawah ini.

WHM

WHM adalah control panel hosting yang diklaim paling bagus karena fungsinya yang sangat bisa diandalkan bagi kebanyakan pengguna. Fungsi control panel ini sudah termasuk manajemen file, ftp, dns, domain, firewall, email hingga manajemen web server. Terlepas dari ratingnya yang tinggi, cPanel adalah produk berbayar per bulannya. Untuk interface admin dan reseller, bernama WHM (Web Host Manager) dimana untuk interface user biasa bernama cPanel.

Untuk menggunakan WHM, diperlukan RAM minimal 1 GB. Namun jika menggunakan beberapa plugin seperti csf firewall, direkomendasikan menggunakan 2 GB ram.

Plesk

Diikuti rival bisnisnya, adalah Plesk dengan fungsi yang cukup sama persis namun dengan harga yang cukup ketat juga di dompet. Beda halnya dengan WHM buatan Amerika, Plesk adalah buatan Rusia. Sama seperti WHM, Plesk menawarkan manajemen seperti file, domain, ftp, dns, firewall, email hingga manajemen user.

Bedanya, Plesk memiliki 2 tipe lisensi. Untuk lisensi end user, maka cocok untuk lisensi 10 domain (Web Admin). Untuk developer, maka menggunakan lisensi 30 domain (Web Pro). Sedangkan bagi kalian yang tertarik membuat usaha hosting atau reseller skala besar, maka bisa menggunakan lisensi unlimited domain (Web Host) dengan harga yang lebih mahal dari Web Admin dan Web Pro.

Untuk menjalankan control panel Plesk, direkomendasikan untuk menggunakan 2 GB ram karena ada beberapa service yang berjalan di belakangnya.

VestaCP

Berbeda dengan jenis control panel hosting sebelumnya, VestaCP adalah open source control panel (gratisan) dengan manajemen yang lebih simpel. Walaupun bersifat gratisan, pihak developer VestaCP mengklaim bahwa control panel mereka bisa dijalankan dengan spesifikasi server seminim 512 MB ram saja.

Manajemen yang sudah termasuk dalam VestaCP seperti manajemen file, ftp, DNS, firewall berupa fail2ban, serta manajemen email dengan settingan mudah.

Centos Web Panel

Centos Web Panel atau lebih dikenal CWP adalah salah satu varian terbaru control panel hosting yang konsepnya mirip dengan cPanel. Namun CWP dikembangkan oleh para developer CentOS dan hanya bisa digunakan pada sistem operasi CentOS saja. Walaupun menyediakan versi gratis, CWP juga menyediakan versi pro yang berbayar. Untuk menggunakan CWP, diperlukan centos dengan ram minimal 1 GB.

Itulah beberapa control panel hosting yang sering dipakai sepanjang tahun 2018 kemarin berdasarkan kacamata penulis, dengan mengkrucutkan 3 terbaik saja. Sejujurnya masih ada banyak lagi, namun 3 jenis itu saja yang menurut penulis paling reliable dan bisa diandalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.