Apakah itu SSL? Yuk Cari Tahu!

Setelah membahas beberapa artikel tentang webhosting seperti percepat website dengan CDN, propagasi DNS, dan login ke Plesk, kini saatnya kita membahas yang namanya SSL. Namun, apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan SSL? Dan apa pentingnya SSL itu sendiri?

Pengertian SSL

SSL adalah kepanjangan dari Secure Socket Layer yang berfungsi sebagai standard teknologi dengan menggunakan enkripsi antara si pemilik website dengan si pengakses website. Agar pengguna bisa mengakses website yang terenkripsi, maka sebuah protokol harus diberlakukan agar bisa menjalin handshake.

Ilustrasi ketika mengakses SSL.

Sebenarnya, ide dari protokol SSL ini adalah untuk menciptakan sebuah layer, dimana ada enkripsi kode (yang tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga – penguping di tengah jalan) yang berfungsi untuk mengamankan transmisi data selama digunakan.

Perlukah Website Menggunakan SSL?

Jawabannya adalah perlu. Mengapa? Karena ada beberapa benefit yang bisa kamu dapatkan jika website kamu menggunakan SSL. Selain mendapatkan tambahan proteksi, SSL bisa menambah pamor dari existensi website kamu sendiri. Umumnya, website ecommerce lebih cenderung menggunakan SSL karena faktor keamanan dan faktor eksistensi.

SSL Gratis atau Berbayar?

SSL ada yang tipenya gratis dan berbayar. SSL berbayar contohnya adalah SSL yang biasa kamu lihat pada website penyedia SSL dengan rata-rata harga per 1 tahun hingga 3 tahun masa tempo. Umumnya, SSL berbayar mulai dari 100 ribu ke atas.

Sedangkan SSL gratis ada 2 tipe. Pertama, SSL tersebut bisa kamu dapatkan dengan cara self signed. Yaitu kamu melakukan generate sendiri dan biasanya untuk kebutuhan sendiri. Jika melakukan self signed, logo SSL tidak berwarna hijau, melainkan bertanda invalid. Namun tetap masih terenkripsi. Kedua, kamu bisa menggunakan Lets’ Encrypt. Adalah SSL gratis yang dikhususkan bagi kamu yang doyang menggunakan SSL website namun tidak ingin membayar SSL.

Let’s Encrypt bertujuan untuk menciptakan lingkungan website yang aman, dimana semua orang bisa mendapatkan akses SSL terverifikasi (warna hijau pada logo browser) pada website mereka, tanpa harus menggunakan SSL self signed. Namun tetap saja, algoritma enkripsi yang dihasilkan dari Let’s Encrypt dan SSL berbayar jelas berbeda, dan cenderung SSL berbayar memiliki algoritma yang lebih rumit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.